← Kembali ke Blog
Healthcare · 7 menit baca

Pengembangan SIMRS & Integrasi SATUSEHAT Kemenkes di RS Yasyfin Darusalam Gontor

Rickhy Siswanto·30 Agustus 2025

Overview

Digitalisasi layanan kesehatan saat ini memang menjadi sebuah kebutuhan mutlak untuk meningkatkan keselamatan pasien (*patient safety*), akurasi diagnosis, dan efisiensi operasional rumah sakit. Saya saat ini sedang berkesempatan membantu Rumah Sakit Yasyfin Darusalam Gontor untuk melakukan transformasi digital berskala besar. Saya sendiri yang diminta memambantu mengkaji dan membantu mengembangkan atas rekomendasi dari seorang teman saya.

Fokus utama proyek ini adalah memperbarui dan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terintegrasi yang mencakup alur pelayanan lengkap dari hulu ke hilir.

Pertemuan dengan Direktur Rumah Sakit

Sebagai bentuk pertanggungjawaban proyek dan validasi alur sistem baru, saya mengadakan sesi presentasi dan evaluasi langsung bersama Direktur RS Yasyfin Darusalam Gontor beserta jajaran manajemen rumah sakit. Saya mencoba mendengar aspirasi dan masukan dari para petugas hingga manajemen secara langsung untuk pengembangan sistem ini. Selain itu, saya mendemonstrasikan keandalan sistem baru, memantau simulasi operasional dari poli hingga rawat inap, serta memvalidasi kesiapan integrasi SATUSEHAT Kemenkes. Direktur menyambut hangat inisiatif digitalisasi ini dan mengapresiasi efisiensi yang dihadirkan oleh sistem baru.

Bahkan saya diundang untuk mengunjungi rumah dinas direktur rumah sakit dr arrasyid indra untuk berdiskusi dengan dan membahas lebih detail tentang pengerjaan SIMRS rumah sakit yasyfin darusalam gontor

Pertemuan dengan Direktur RS Yasyfin Gontor

Pengembangan Ekosistem SIMRS Secara Komprehensif

Untuk menyusun sistem yang ramah pengguna namun andal, saya melakukan analisis mendalam terhadap alur kerja Rumah Sakit Yasyfin Darussalam Gontor. Sedikit sekali paper maupun buku yang membahas pengembangan SIMRS, mungkin karna sistem rumah sakit di negara ini hanya terpaku pada regulasi dan mengikuti apa yang sudah ada. Saya mendesain ulang dan mengkategorikan modul-modul utama untuk mengintegrasikan seluruh operasional rumah sakit:

1. Admisi & Pelayanan: Meliputi modul Admisi, pendataan Pasien, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rawat Jalan, dan Rawat Inap. Modul ini juga menangani Medical Check Up, surat Persetujuan dan Penolakan tindakan, serta PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi). 2. Penunjang Medis: Mencakup Farmasi, Instalasi Gizi, Laboratorium, dan Radiologi. Di modul ini, saya secara khusus menghubungkan sistem dengan standar DICOM Radiologi dan ekosistem SATUSEHAT Kemenkes. 3. Keuangan & Administrasi: Mempercepat layanan tagihan melalui modul Kasir dan Keuangan, mempermudah klaim BPJS/Asuransi melalui modul Casemix, serta pengelolaan data SDM pada modul Kepegawaian. 4. Logistik & Fasilitas: Mengatur tata ruang secara efisien dengan modul Ruangan dan E-Hospital. Modul ini memastikan ketersediaan alat medis dan obat-obatan tetap terjaga melalui proses Pengadaan Barang serta Inventaris & Logistik. 5. Laporan & Sistem: Memfasilitasi manajemen rumah sakit dengan dasbor Laporan, modul Manajemen, dan Pengaturan sistem. Dilengkapi pula dengan Helpdesk dan modul Pelatihan & Sertifikasi untuk peningkatan kapasitas tenaga di rumah sakit.

Sistem komprehensif yang dibangun memastikan pertukaran data berjalan secara *real-time* di seluruh unit kerja, menghilangkan redundansi penginputan data manual, dan berfokus penuh pada peningkatan pelayanan pasien.

Implementasi Sistem SIMRS

Menghubungkan SATUSEHAT Kemenkes dengan DICOM Radiologi

Salah satu tantangan teknis paling menarik di proyek ini adalah pemenuhan regulasi Kementerian Kesehatan RI untuk integrasi platform SATUSEHAT Kemenkes.

Saya dan rekan berhasil mengintegrasikan modul Radiologi rumah sakit dengan standar internasional DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine). Melalui jembatan sistem ini, setiap gambar pemindaian radiologi (seperti X-Ray atau CT Scan) dapat langsung diunggah, diasosiasikan dengan RME pasien, dan ditransmisikan secara aman ke dalam ekosistem SATUSEHAT Kemenkes. Ini sangat memudahkan dokter spesialis untuk mengakses citra medis secara terpusat.

Saat ini sendiri saya sedang mengembangkan juga sistem untuk rumah sakit yang nantinya akan ada bantuan analisa dari kecerdasan buatan (artificial intelegent) jika anda berminat untuk mengetahui lebih lanjut sistem ini bisa langsung menghubungi saya melalui email saya atau kontak yang tertera.